Tampilkan postingan dengan label Motivasi Sukses Pribadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi Sukses Pribadi. Tampilkan semua postingan

Cara Meningkatkan Aura Kesuksesan Anda

Saat mengisi berbagai macam training motivasi, saya selalu bertanya kepada peserta, "Siapa yang ingin sukses?" Pertanyaan tersebut disambut dengan banyak acungan jari dari para peserta. Selanjutnya saya bertanya lagi, "Siapa yang yakin bahwa dirinya bisa sukses?" Pertanyaan ini juga disambut dengan acungan jari, tetapi jumlahnya jauh lebih sedikit dari respon pertanyaan sebelumnya. Selanjutnya, saya akhirnya bertanya, "Siapa yang berani menjamin bahwa dirinya akan sukses?", tinggal kurang dari 10 orang yang tetap mengacungkan jarinya. Hmm... Unik, dan akhirnya saya bisa menyimpulkan sesuatu dari situ:

"Mengapa lebih sedikit jumlah orang yang sukses daripada orang yang gagal? Padahal mereka yang ingin sukses, jauh lebih banyak dari orang yang menginginkan diri mereka gagal. Oh, ternyata mereka yang sukses memiliki Aura Kesuksesan yang tidak dimiliki orang-orang yang gagal."

Ya, Aura Kesuksesan! Inilah istilah yang saya buat untuk menunjukkan 'kadar' kesiapan diri Anda untuk menjadi seorang pemenang dan seorang yang sukses. Semua orang memiliki aura ini, tetapi sedikit dari mereka yang menyadari sehingga aura itu tertutup dan tidak diberdayakan Bagaimana kemudian cara kita meningkatkan aura kesuksesan pada diri kita?

Anak Berbaju Ungu


Aku berjalan tergesa-gesa menuju kantorku. Yup, aku memang bangun agak kesiangan pagi ini. Sehingga aku harus mengejar waktu agar tidak terlambat sampai di kantor. Seperti biasa sesudah berjalan sekitar 100 meter dari kosku, aku sampai di sebuah halte. Disitulah tempatku biasa menunggu bus.

Hampir setiap pagi aku ketemu dengan orang-orang yang sama di halte itu. Mereka juga para pekerja kantor, sama dengan aku. Aku hapal dengan wajah-wajah mereka, sekalipun aku sama sekali tidak tahu nama-nama mereka.

Dibalik Keindahan Sebuah Guci


Pada suatu hari sepasang suami istri yang baru menikah, berbulan madu di Cina. Saat berjalan-jalan di sebuah galeri seni, mereka menemukan sebuah guci yang indah sekali. Mereka melihat harga yang tercantum di label guci itu, tertulis angka 40.000 USD !

“Sangat mahal” kata si istri.

“Ya, tentu !” tiba-tiba pelayan galeri itu berkata, “Guci ini dibuat sekitar 400 tahun lalu, sangat klasik, tetapi tetap indah dan utuh, karena ia dibuat oleh seorang maestro seni yang luar biasa, pembuatnya adalah seniman sejati, guci yang dibuatnya selalu berkualitas tinggi dan bernilai seni tinggi, sekalipun sudah berusia ratusan tahun.

Kisah Batu Berlian


Pada suatu hari seorang wanita tua berjalan menyusuri bukit. Tak sengaja, matanya tertuju pada sebuah batu mengkilat yang berada di sela-sela batu besar. Batu itu kurang lebih sebesar kepalan tangan orang dewasa. Dengan berbagai usaha, diraih dan dipegangnya batu gemerlap itu.

Pada saat itu pula, lewat seorang pria muda yang sedang mencari kayu bakar. Tampak sekali dari pakainnya, bahwa lelaki itu adalah orang miskin. Lelaki itu melihat batu mengkilat yang dipegang oleh nenek tua, dan terperanjatlah dia ketika melihat sebuah berlian sebesar itu.

“Apa itu nek?” Lelaki itu bertanya, “Bolehkah aku memintanya?”

Kisah Si Penjual Sisir


Pada suatu hari, sebuah perusahaan sisir akan mengadakan ekspansi untuk area pemasaran yang baru. Perusahaan sisir tersebut lalu membuka lowongan pekerjaan. Karyawan baru itu akan ditempatkan di Divisi Marketing. Setelah lowongan dibuka, banyak sekali orang yang mendaftarkan diri untuk mengisinya. Lebih dari 100 orang pelamar datang ke perusahaan itu setiap harinya.

Setelah melalui berbagai proses seleksi yang cukup ketat, terpilihlah tiga kandidat utama. Sebut saja A, B, dan C. Perusahaan lalu melakukan seleksi final dengan memberi tugas kepada tiga orang terpilih. Seleksi finalnya ialah A, B, dan C diminta untuk menjual sisir kepada para biksu – yang tinggal pada sebuah komplek wihara – di area pemasaran baru tersebut – dalam jangka waktu 10 hari. Bagi sebagian orang, tugas ini sangat tidak masuk akal, mengingat biksu-biksu itu berkepala gundul dan tidak pernah memerlukan sisir.

Akhirnya Ayah Melihatku Bertanding


Cerita ini berawal di sebuah sudut kota. Disana ada seorang remaja, sebut saja namanya Den. Di rumah, Den cuma hidup dengan ayahnya. Kakak-kakak Den sudah menikah dan tidak tinggal di rumahnya lagi. Den adalah seorang siswa kelas 2 SMU. Den juga suka bermain sepak bola. Ia sangat menyukai olah raga itu. Den cukup aktif di dalam klub sepak bola di kotanya. Den mendapat dukungan yang sangat kuat dari ayahnya akan hobinya tersebut.

Den berlatih sepak bola dengan timnya tiga kali seminggu. Sesekali timnya juga mengikuti beberapa kompetisi dan beberapa kali pernah menang. Seperti kali ini, timnya sedang mengikuti sebuah kejuaraan sepak bola yang cukup bergengsi. Pertandingan demi pertandingan dilalui dengan lancar hingga membawa tim tersebut ke babak grand final yang akan diselenggarakan  hari sabtu nanti.

Hikmah Sebatang Pensil


Pada jaman dulu, pensil dibuat secara manual dalam arti tidak menggunakan mesin-mesin canggih seperti sekarang. Sebelum merakit pensil, seorang tukang pensil memilih kayu kecil yang benar-benar lurus dengan ukuran yang sesuai. Sesudah itu ia akan membelah kayu menjadi dua tepat di tengah. Di tengah-tengah belahan kayu tersebut dipasang batangan grafit. Sepasang kayu tersebut kemudian diolesi lem dan dikatupkan kembali.

Proses itu pulalah yang dilakukan oleh Charles. Charles adalah seorang tukang pensil yang cukup terkenal. Memang, tidak banyak orang yang bisa membaca dan menulis waktu itu. Hanya orang-orang tertentu saja yang membutuhkan jasa Charles. Biasanya kaum bangsawan maupun keluarga kerajaan. Sehingga, kedudukan pembuat pensil di mata masyarakat waktu itu pun juga cukup terpandang.

Kisah si Semut dan si Belalang


Pada suatu hari dunia serangga hiduplah Semut dan Belalang. Semut adalah sosok yang rajin. Pada musim panas ia bekerja keras sekuat tenaga. Kegagalan demi kegagalan ia dapati, tetapi semut tidak menyerah. Akhirnya semut pun berhasil mendirikan banyak perusahaan dan mengumpulkan banyak uang. Uang-uang tersebut hanya ia gunakan sebatas keperluan saja, sehingga tabungan dan depositonya pun menumpuk di bank.

Belalang juga sosok yang rajin. Ia juga seorang pekerja keras. Tetapi ia jarang menabung. Seluruh uangnya dihabiskan begitu saja untuk memuaskan keinginannya. Belalang juga sering mentertawakan prinsip Semut tersebut. “Hidup hanya sekali, maka dinikmati saja!” katanya.

Kisah Eskrim Setengah Dolar


Pada suatu hari seorang anak kecil masuk ke sebuah restoran terkenal. Dengan langkah riang dan sedikit berlari, anak kecil itu duduk di salah satu bangku kosong di sana. “Sangat Ramai.” gumamnya. Anak kecil itu kemudian mengangkat tangannya untuk memanggil salah satu pelayan restoran. Seorang pelayan perempuan pun segera datang menghampiri anak kecil itu dengan membawa buku menu makanan.

“Mau pesan apa, dik?” Tanya pelayan itu. “Berapa harga satu porsi es krim bertabur strawbery dan coklat itu?” Si anak balik bertanya sambil menunjuk salah satu gambar yang terpampang di tembok restoran.
“2 Dollar.” Jawab si pelayan dengan ramah. Anak itu kemudian memasukkan tangannya ke dalam saku dan mengeluarkan beberapa keping uang receh dan menghitungnya. “Kalau es krimnya tanpa strawberry dan coklat berapa?”. “1 Dollar.” jawab pelayan itu dengan sedikit aneh.

5 Alasan Ikut Berkompetisi


Hari gini, banyak sekali kompetisi-kompetisi yang diselenggarakan mulai dari yang pesertanya SD bahkan sampai mahasiswa dan untuk umum. Kompetisi yang dimaksud di sini lebih ke arah kompetisi positif, seperti perlombaan, olimpiade, dan lain sebagainya. Di satu sisi, saya sering mendengar bahwa banyak orang yang tidak ikut kompetisi karena merasa kompetisi itu 'tidak penting'. Padahal, sebenarnya banyak sekali manfaat yang bisa diambil ketika kita mengikuti kompetisi. Inilah dia 5 hal yang menjadi alasan mengapa kamu harus ikut suatu kompetisi.

Kisah Anak yang Buta


Seorang anak buta duduk bersila di sebuah tangga pintu masuk pada sebuah supermarket. Yup, dia adalah pengemis yang mengharapkan belas kasihan dari para pengunjung yang berlalu lalang di depannya. Sebuah kaleng bekas berdiri tegak di depan anak itu dengan hanya beberapa keping uang receh di dalamnya, sedangkan kedua tangannya memegang sebuah papan yang bertuliskan “Saya buta, kasihanilah saya.” Ada Seorang pria dewasa yang kebetulan lewat di depan anak kecil itu. Ia merogoh sakunya, mengeluarkan beberapa keping uang receh, lalu memasukkannya ke dalam kaleng anak itu. Sejenak, pria kaya itu memandang dan memperhatikan tulisan yang terpampang pada papan. Seperti sedang memikirkan sesuatu, dahinya mulai bergerak-gerak.

Tak Ada Hal yang Mustahil


Aku adalah seorang mahasiswa Indonesia yang bersekolah di Universitas California. Beberapa waktu lalu, aku pernah menulis surat yang berisi cerita cerita terima kasih kepada orang tua ku, dan ketika aku memutuskan untuk memperlihatkannya pada dunia, ternyata cerita inspirasi tersebut mendapatkan tanggapan yang luar biasa dari orang-orang di Eropa, India, Singapura, Amerika, dan Indonesia. Aku sangat bersyukur dan berterima kasih atas semua respon yang aku dapat atas surat tersebut.

———————————————————-
30 April 2010.
Setelah penantian yang panjang dan mendebarkan, akhirnya kelulusan itu pun diumumkan. Aku diterima di Haas School of Business, University of California Berkeley. Hal ini sebuah pencapaian dan kebanggaan yang luar biasa bagiku dan juga kedua orang tuaku, pencapaian ini adalah hasil kerja keras yang telah aku lakukan selama 2 tahun terakhir ini.

Hadiah Bunga untuk Ibu


Pagi itu, seorang pria tampak turun dari mobil mewahnya. Ia bermaksud untuk membeli sebuah kado di kompleks pertokoan itu. Besok adalah hari Ibu, dan ia bermaksud untuk membeli lalu mengirimkan sebuah hadiah lewat pos untuk ibunya di kampung. Seorang Ibu yang pernah ia tinggal pergi beberapa tahun lalu untuk kuliah, mencari nafkah, dan mengejar kesuksesan di kota besar ini. Langkah-langkah pria itu terhenti di depan sebuah toko bunga. Ia melihat seorang gadis cantik. Ternyata, gadis itu adalah adik tingkatnya semasa kuliah dulu. Gadis itu terlihat sedang memandangi lesu rangkaian bunga-bunga indah di etalase. Matanya terlihat dengan jelas tengah berkaca-kaca, air mata nya hendak meleleh, seperti akan menangis.
Setelah cerita cerita lalu dilantunkan, pria itu lalu bertanya “Ada apa denganmu? Ada apa dengan bunga-bunga itu?”

Maaf, Saya Tidak Punya Email


Cerita ini berawal ketika seorang pemuda melamar menjadi cleaning service di sebuah perusahaan. Perawakannya yang kecil sangat mirip dengan anak SMP walaupun usianya sudah dua puluh tahun. Tetapi bukan hanya penampilannya, pemuda itu benar-benar cuma lulusan SMP. Makanya, dia memilih melamar jadi cleaning service saja.

Hari itu adalah hari yang teramat berat bagi mantan anak SMP itu. Pertama-tama ia harus menjalani tes wawancara, kemudian tes penggunaan alat-alat pembersih modern yang tidak ia mengerti, belum lagi tatapan  mata para pengawas yang terlihat seperti sangat meremehkan perawakannya yang mirip anak SMP.

Kisah Hati yang Sempurna


Ada cerita kasih, pada suatu hari seorang anak SMP tidur lalu bermimpi. Dalam mimpinya, seolah-olah setiap orang bisa melihat bentuk hati di dada orang lain termasuk hatinya sendiri. Sekilas, ia sangat mengagumi dan terheran-heran dengan suasana ini. Lalu, anak SMP itu mengalihkan pandangan ke dadanya sendiri, ia sangat bangga ketika melihat hatinya berbentuk merah jambu utuh dan berkilauan. “Hati yang sempurna” katanya, “Tak bercacat dan tak bernoda”.

Lalu ia melangkahkan kakinya keluar. Ia mulai mengamati hati orang-orang di sekitarnya. Ada yang terpancar indah seperti miliknya, ada yang terdapat luka, ada yang besar, ada yang kecil, dan sebagainya. “Wow, luar biasa…” katanya lagi. Si anak SMP makin yakin bahwa hatinyalah yang paling sempurna karena ia tidak melihat ada hati yang lebih indah dari miliknya.

The Science of Luck


Anda pasti kenal tokoh is Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstoneini. Betapa enaknya hidup is Untung.

Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung Dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu is Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti is Untung, don't worry, ternyata beruntung itu Ada ilmunya.

Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, Dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesannya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Nikmati dan Hargai Waktumu


Tak seorangpun tahu, kapan waktu mulai bergerak
Dan entah kapan sang waktu berhenti berjalan
Yang pasti, sampai detik ini dia terus bergerak dan terus bergulir
Entah Anda menghargai waktu dengan memanfaatkan sebaik-baiknya?
Atau selalu menyia-nyiakan waktu dengan aktivitas yang tidak bermanfaat?

Dia tetap dia
Dan terus berjalan tanpa memihak kepada siapapun, tanpa membantu siapapun
Tetapi dia bernilai untuk siapapun
Dia tidak pernah kalah dan tidak akan usang
Dia selalu baru, selalu segar dan tegar. Hanya kitalah sebagai manusia lambat atau cepat, pasti akan termakan oleh proses sang waktu

10 Pemimpi Terbesar dan Terhebat

Sukses berawal dari sebuah mimpi. Dan dengan mimpi tersebut, terjadilah sebuah
transformasi yang mampu mengubah seseorang yang biasa-biasa menjadi luar biasa.

Seseorang boleh saja miskin harta, tapi jika dirinya masih kaya mimpi, suatu
hari akan bisa mewujudkan mimpinya. Akan tetapi, jika seseorang sudah miskin
mimpi, tidak akan terjadi perubahan dalam hidupnya. Seperti yang pernah
dikatakan bahwa orang yang paling miskin bukanlah tidak memiliki harta, tapi
yang tidak punya mimpi/impian.

Simaklah 10 pemimpi terbesar dan terhebat yang mengubah dunia karena mimpi
mereka.

10. Martin Luther King, Jr

Martin Luther King memiliki mimpi yang begitu besar. Ia pernah berkata bahwa ia
bermimpi suatu hari, orang-orang kulit hitam mempunyai hak dan derajat yang sama
dengan orang-orang kulit putih di Amerika. Sampai saat ini, pesan dan mimpinya
telah menginspirasi banyak orang untuk menghapus perbedaan tersebut.

Apa yang Tidak Mungkin Dicapai?

Meskipun Anda mungkin sudah ribuan kali mendengar kata ini, "Nothing is
Impossible", tetapi banyak diantara kita yang masih tidak menerapkan kata-kata
tersebut dalam hidup. Kita sering kali membuat batasan yang menghentikan kita
dalam mencapai impian-impian kita. Bahkan kita sering sekali meyakinkan diri
kita bahwa kita tidak sanggup dan tidak pantas untuk sukses, seakan-akan sukses
itu adalah sesuatu yang sangat menakutkan dan ingin dijauhi. Atau mungkin kita
mempercayai perkataan orang-orang yang mengatakan bahwa sesuatu itu tidak
mungkin dilakukan. Dan lebih parah kita menelan perkataan itu mentah-mentah
tanpa pernah membuktikan kebenarannya.

Anda pasti sering mendengar orang berkata, "itu tidak mungkin, sekarang kan lagi
krisis", "saya saja sudah mati-matian dan gagal, apalagi Anda", "belum pernah
ada yang berhasil", "tidak mudah melakukan ini, sulit sekali" dan banyak
perkataan negatif lainnya yang berusaha menjatuhkan Anda. Sayangnya, banyak
orang-orang yang menerima itu sebagai kenyataan tanpa pernah membuktikannya.
Mereka membenarkan itu semua. Itu semua dijadikan alasan untuk tidak berjuang
untuk meraih kesuksesan. Mereka percaya dengan itu semua dan tetap berpegang
teguh dengan keyakinan yang sangat membatasi tersebut. Mereka akan berjuang
keras untuk mempertahankan keyakinan itu tidak peduli apakah keyakinan mereka
mendorong atau bahkan menjauhkan mereka dari kesuksesan.

Status Inspiratif untuk FACEBOOK


Hidup adalah perjuangan tanpa henti2, usah kau tangisi hari kemarin (perasaan kaya lirik lagu, lagu apa ya?)

Niat > mimpi > belajar dr orang yg sudah brhasil meraih mimpi yg sm dgn mimpi qt > tiru langkah orng itu > modifikasi & sesuaikn > buat rencana > aksi sesuai rencana > evaluasi > sabar dlm proses > syukur pd stiap tahap yg brhasil d lalui

Apakah d masa depan aq akan menyesalkan apa yg ku lakukan hari ini? Ato membanggakan? Trgantung pada apa yg aq lakukan hari ini. Lakukan sesuatu yg buat aq mensyukurinya & bangga d hari esok.

-- Berikan Kesan dan Pesan Anda --

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...